banner 325x300

Mantan Kades Lau Korupsi Dana Desa Rp. 1,8 Miliar

  • Bagikan
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma didampingi Kasatreskrim AKP Agustinus David
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma didampingi Kasatreskrim AKP Agustinus David
banner 468x60

Kudus, Patroli – Aparat Polres Kudus akhirnya menahan mantan Kades Lau, Kecamatan Dawe berinisial HS. Tersangka ditahan atas dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2018-2019 dengan total Rp 1,8 Miliar.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma didampingi Kasatreskrim AKP Agustinus David membenarkan penangkapan atas tersangka.

banner 336x280

“Sudah kami tahan dan saat ini masih dalam proses pemberkasan,”kata Kasatreskrim, Senin (12/7).

Menurut Kasatreskrim, penahanan tersangka ini dilakukan setelah bukti-bukti yang terkumpul sudah mencukupi.

Termasuk hasil audit BPK yang menyatakan adanya kerugian keuangan negara yang totalnya mencapai Rp 1,8 Miliar.

“Audit BPK sudah turun sehingga kami melakukan penahanan atas tersangka.Totalnya kerugian negara setelah dihitung mencapai Rp 1,8 miliar,”ujarnya.

David menambahkan, pihaknya akan secepatnya memproses kasus tersebut. Jika proses pemberkasan sudah lengkap, tersangka akan secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

Terkait  Kabur ke Papua Nugini, KPK Usut Pihak yang Bantu Bupati Mamberamo Tengah

Sebagaimana pernah diberitakan, kasus dugaan korupsi dana desa Lau bermula adanya laporan warga terkait proyek fiktif yang dilakukan tersangka dengan menggunakan dana desa. Dalam dugaan korupsi ini, tersangka diduga menyelewengkan dari beberapa proyek fiktif. Informasi dari warga, ada tahun 2018 ada enam titik proyek desa yang dananya sudah dicairkan tapi tidak pernah ada pekerjaan fisiknya.

Sementara, pada tahun 2019, jumlah proyek yang fiktif ada sebanyak delapan titik.

“Rata-rata proyeknya adalah pembuatan jalan dan saluran air. Dana sudah dicairkan tapi hasil pekerjaannya sampai sekarang tidak ada,”kata Santosa, salah satu warga.

Warga menyebutkan kasus korupsi dana desa ini jelas merugikan masyarakat. Pasalnya, titik pekerjaan yang dananya dikorupsi hingga kini belum ada wujud fisiknya.

Padahal, pembangunan infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Dan akibat kasus tersebut, titik yang ada sudah tidak bisa dianggarkan lagi.(Patrol)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *