banner 325x300

Warga Bangsri Pelaku Pencabulan Di tangkap Polisi

  • Bagikan
banner 468x60

Jepara, Patroli7 – Kasus pencabulan disertai ancaman kembali terjadi di Jepara. Kali ini, kasus tersebut dilakukan oleh MS, 22 warga Kecamatan Bangsri.

banner 336x280

Bahkan, korban yang berinisial SH, 17, warga Kecamatan Mayong mengaku disetubuhi puluhan kali oleh pria yang tak lain adalah teman kencan korban tersebut

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi saat dikonfirmasi awak media patroli7 membenarkan kabar tersebut. Ia mengungkapkan, peristiwa itu bermula dari kedekatan antara korban dengan tersangka melalui game online.

Singkat cerita, pada September 2021 korban kemudian terkena rayuan tersangka hingga akhirnya mereka berpacaran usai beberapa kali bertemu di Bundaran Ngabul.

Setelahnya, tersangka kemudian meminta foto tanpa busana kepada korban. Karena sudah berpacaran, akhirnya korban pun menuruti kemauan tersangka.

Terkait  Guru Aniaya Siswa Karena Tak Kerjakan Tugas Hingga Meninggal Dunia

“Korban diancam akan disebarkan fotonya jika tidak mengikuti kemauan tersangka,” ungkap Rozi, pada Jumat (30/9).

Lebih lanjut, AKP M Fachrur Rozi menyampaikan, usai mendapatkan foto korban, tersangka lalu menggunakan modal tersebut untuk meminta korban menuruti nafsu birahinya.

“Tersangka mengancam menyebarluaskan foto-foto tanpa busananya jika tidak mau bersetubuh. Korban pun akhirnya menurutinya berulang kali di salah satu hotel,” katanya.

Bahkan, suatu waktu korban pernah izin tidak masuk sekolah untuk bertemu di hotel yang sama. Dan saat korban sedang sakit atau menstruasi, tersangka tetap bersikukuh untuk meminta dilayani nafsu bejatnya. Dengan ancaman akan menyebarkan foto korban jika tidak dilayani.

Akhirnya korban merasa lelah, dan memblokir nomor tersangka. “Lalu, tersangka benar menyebarkan foto dan video korban ke teman, guru, hingga keluarganya,” ujarnya.

Terkait  Peristiwa Gempa Darat M 4,1 Melanda Purwakarta Jabar

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Jepara. Dan tersangka pun dibekuk di kediamannya.

Atas kejadian itu tersangka dikenai pasal 81 dan/atau pasal 82 UU No 17/2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. (wely)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *